Balikpapan Tuan Rumah Scouting Nasional Pramuka Hidayatullah

Berita271 Dilihat

BALIKPAPAN — Kota Balikpapan menjadi tuan rumah kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Scouting Skill (Keterampilan Pramuka) Sako Pramuka Hidayatullah untuk pertama kalinya digelar secara nasional.

KMD dan Scouting Skill ini berlangsung di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, selama sepekan, Kamis-Rabu, (25-31/08/2022).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai utusan daerah se-Indonesia, mulai dari wilayah timur (Papua) hingga wilayah barat Nusantara (Sumatera).

Seremonial pembukaan Scouting Skill bertema “Pramuka Hidayatullah Berbakti untuk Negeri, Back to Nature” ini dilakukan pada Kamis (25/08/2022).

Tampak hadir Majelis Pembimbing Sakonas Pramuka Hidayatullah Kak Supriyadi (Mas Pri), instruktur nasional dari SAR Hidayatullah Ahmad Jaya (purnawirawan marinir TNI), Sekretaris Dewan Pembina YPPH Balikpapan Ust. Abdul Latief Usman bersama anggotanya Ust. Sarbini Nasir dan Ust. Syamsu Rijal Palu, Ketua Sakonas Hidayatullah Kak Syarif Daryono, dan Sekretaris YPPH Balikpapan Ust. Abul A’la Maududi.

Hadir pula unsur Pengurus Pinsakonas yaitu Kak Irwan Budiana dan Kak Abdul Malik Najmuddin, Ketua Sakoda Pramuka Hidayatullah Kaltim Kak Fathi Fadhlullah, Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Kaltim, Ustadz Muhammad Ya’rif Yahya, Ketua LPPH Gunung Tembak Ustadz Masykur, dan lain sebagainya.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pelatihan Scouting Skill pertama Sakonas Hidayatullah saya nyatakan dibuka,” ujar Mas Pri, lantas mengetuk mimbar tiga kali, lalu memekikkan seruan bertakbir, disamput “Allahu Akbar!” oleh hadirin, sebagaimana pantauan Media Center @UmmulquraHidayatullah (MCU).

Dalam sambutannya sebelum membuka acara itu, Mas Pri menyampaikan bahwa pelatihan ini juga sebagai persiapan pelaksanaan jambore Sako Pramuka Hidayatullah nasional yang ketiga. Bahkan, ia mencetuskan wacana Hidayatullah menggelar jambore internasional yang diikuti perwakilan sejumlah negara lain.

Mas Pri yang juga Wakil Ketua Kwarnas/Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2021 menyampaikan, kehadiran Sako Hidayatullah untuk turut serta membangun bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karena itu, Jambore Ketiga Sako Hidayatullah yang rencananya digelar di Balikpapan tahun depan itu harus memiliki nilai lebih dibanding dua jambore sebelumnya.

“(Jambore) yang ketiga ini akan kita ceritakan kepada Indonesia, kita di bawah Hidayatullah hadir untuk Indonesia, hadir untuk dunia. Dengan cara apa? Ya kita undang sako-sako (ormas Islam) yang lain,” ujarnya.

Sementara Ketua Sakonas Hidayatullah Kak Syarif, dalam sambutannya antara lain menyampaikan sejumlah pantun, misalnya berikut ini:

“Ke Balikpapan membeli dasi, belinya di toko Pak Abdullah.

Mari kita sukseskan kaderisasi, melalui Pandu dan juga Sako Hidayatullah.”

Ketua LPPH Gunung Tembak Ustadz Masykur mengajak para peserta pelatihan itu untuk memberikan kontribusi positif yang terbaik bagi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia dengan berbagai problem yang ada, membutuhkan kehadiran anak-anak bangsa yang mampu memberikan solusi, bukan sekadar memperbincangkan masalah.

“Dan inilah kita sebagai Pramuka, sebagai Sako Hidayatullah, untuk kemudian merapikan barisan dan memastikan bahwa kontribusi yang kita berikan (untuk bangsa dan umat) adalah kontribusi yang terbaik,” pesannya

Pada penghujung acara itu, Ustadz Abdul Latief Usman didaulat untuk memberikan wejangan pamungkas.

Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan para tamu, baik peserta pelatihan maupun para instruktur, agar selalu mengambil sisi-sisi baik dalam acara itu, termasuk terkait tempat pelaksanaannya.

Ia mengambil majas dua hewan yang dinilai memiliki karakter berbanding terbalik, yaitu lalat dan lebah. Lalat, katanya, meskipun berada di hotel bintang lima, tetapi yang dicari adalah tempat kotor atau sampah. Sementara lebah, meskipun berada di tengah hutan, tetapi yang dicari adalah bunga.

“Jadi kalau seluruh peserta dari seluruh Indonesia ini mau jadi lalat, carilah kekurangannya di sini. Kalau mau jadi lebah, cari kelebihannya di sini,” pesannya.

“Jangan cari kekurangannya. Kalau cari kekurangan di sini, anda akan jadi lalat. Tapi kalau cari kelebihannya, anda jadi lebah semuanya,” pungkasnya.

Berdasarkan data diterima MCU, KMD dan Scouting Skill perdana Sako Pramuka Hidayatullah ini diikuti oleh 132 peserta (76 putra dan 55 putri). Panitia menghadirkan sejumlah instruktur nasional dari pusat maupun instruktur lokal.*(SKR/MCU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *