Taujih Ketua: Merawat Energi Ramadhan

Artikel, DPW, Kaltim201 Dilihat

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wa baarakatuh sahabat sekalian.

Tugas kita sebagai hamba sekaligus Khalifah ini adalah tugas yang amat sangat berat, yang karena berat dan sulitnyalah maka langit, bumi dan gunung-gunung menolaknya ketika ditawarkan oleh Allah sebagaimana diabadikan dalam surah Al ahzab ayat 72.

Sementara pada saat yang sama, sudah merupakan fitrah kita diciptakan dalam keadaan lemah sebagaimana firman Allah dlm surah An-Nisa ayat 28.

Agar kita sebagai makhluk yang lemah dapat melaksanakan tugas-tugas yang berat dan sulit ini maka Allah memerintahkan agar kita berbekal dan ketahuilah bahwa bekal terbaik adalah takwa sebagaimana firman Allah dalam surah ke 2 ayat 197.

Dalam surah At-Talaq ayat 2-5 dan surah Al Anfal ayat 29 Allah memberikan jaminan bagi orang-orang yang bertaqwa, di mana seluruh jaminan itulah yang kita butuhkan untuk bisa sukses melaksanakan tugas-tugas kita yang sulit dan berat ini secara benar dan dengan hasil yang benar.

Maka bertakwalah kepada Allah wahai sahabat sekalian. 

Jika dari madrasah Ramadhan kemarin kita telah dihadiahi gelar taqwa oleh Allah, maka syukurilah dengan menjaga, merawat dan meningkatkan taqwa itu. 

Mengapa shiyamu ramadhan kemarin outputnya adalah takwa, itu karena di dalamnya disyariatkan sedemikian banyak bentuk ibadah, mulai dari puasa, shalat, baca Qur’an, dzikir, ZIS, da’wah dll. Kapitalisasi rangkaian ibadah itulah yg mengkristal membentuk taqwa itu dan ketahuilah bahwa jika kita ingin mempertahankan takwa sebagai buah dari shiyamu ramadhan maka kita harus mempertahankan ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan itu.

Mari menjaga dan meningkatkan takwa yang telah kita raih di bulan Ramadhan minimal dengan menjaga amalan harian : 

1. Shalat wajib berjamaah di masjid yang diiringi dgn shalat Sunnah rawatib

2. Shalat lail

3. Baca Al Qur’an minimal 1 juz

4. Infaq dan sedekah

5. Berdo’a kepada Allah dan wirid pagi, petang dan malam

Juga menjaga amalan pekanan:

6. Dakwah fardiyah minimal sekali sepekan

7. Puasa Sunnah Senin Kamis.

Mari mensyukuri takwa yang telah kita raih dengan menjaga amalan harian dan pekanan sebagaimana Rasulullah saw. menjaga secara istiqamah amalan harian dan pekanannya.

InsyaAllah kita akan sukses menjalankan seluruh rangkaian tugas yang Allah telah diamanahkan kepada kita dunia dan akhirat.

Salam ❤️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *